Air adalah sumber kehidupan. Dari air, tumbuhan tumbuh, hewan hidup dan manusia bisa bertahan. Tanpa air, kehidupan berhenti.
Namun, tahuka kita bahwa masih banyak saudara kita yang harus berjuang keras hanya untuk seteguk air bersih? Ada anak-anak kecil yang harus berjalan jauh dibawah terik matahari, hanya untuk membawa seember air keruh. Ada ibu-ibu yang rela menahan dahaga demi anak-anak mereka. Bahankan, ada keluarga yang jatuh sakit karena satu-satunya sumber air yang mereke miliki tercemar.

Di sisi lain, kita bisa dengan mudah membuka keran, mengambil segelas air dingin atau bahkan membuang air begitu saja tanpa memikirkan berapa berharganya setetes itu bagi orang lain.
Rasulullah ﷺ ditanya oleh Sa’d bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu: Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama? Beliau menjawab : Memberi air minum. (HR. Abu Dawud no. 1679, dinilai hasan oleh Al-Alhabi)
Dalam hadist lain Rasulullah ﷺ bersabda : Ketika seorang hamba meninggal dunia, maka teputuslah amalnya kecuali dai tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalil yang mendoakannya. (HR. Muslim no. 1631)
Sedekah air termasuk dalam kategori sedekah jariyah. Setiap kali seseorang minum dari air yang kita sediakan, setiap tetes yang mengalir untuk wushu, setiap doa yang terucap dari mereka yang terbantu semua itu akan terus mengalir menjadi pahal, bahkan ketika kita sudah tidak ada di dunia ini.

Kini, kita pun hanya punya kesempatan yang sama. melalui program Sedekah Air, kita bisa membantu menghadirkan sumur bor, jaringan pipa air bersih dan tangki air untuk mereka yang sangat membutuhkan baik di pelosok negeri maupun di wilayah-wilayah krisis kemanusiaan.
Mari kita renungkan sejanak...
Setiap rupiah yang kita sisihkan untuk sedekah air akan menjadi investasi akhirat yang abadi. Kita tak hanya memberi air, tapi memberi kehidupan.