
Saat Bencana Berlalu, Ibadah Tak Boleh Terhenti
Bencana telah merenggut banyak hal-rumah, harta dan rasa aman.
Namun di tengah keterbatasan pasca bencana, satu hal yang tetap mereka jaga adalah ibadah.
Di lokasi pengungsian dan pemukiman terdampak, banyak saudara kita beribadah tanpa perlengkapan yang layak. Sajadah basah, mushaf rusak, mukena dan sarung terbatas bahkan harus bergantian.
Bukan karena mereka tak ingin layak,
tetapi karena keadaan belum memungkinkan.
Alat ibadah adalah penguat di Masa Sulit.
Di masa pasca bencana, ibadah menjadi sumber kekuatan. Tempat bersandar ketika lelah dan penguat hati saat kehilangan.
Setiap alat ibadah yang sahabat sedekahkan akan menemani doa-doa mereka di tenda pengungsian, di mushola sementaa dan di rumah yang sedang dibangun kembali.
Di setiap sujud dan doa itu, ada pahala yang terus mengalir untuk sahabat. Mari hadirkan kelayakan dalam Ibadah mereka.
Pasca bencana bukan akhir dari segalanya. dengan kepedulian kita, mereka bisa bangkit secara fisik dan spiritial.